Selasa, 15 April 2014

Pendidikan Dasar KOMPAS



Pendidikan Dasar ( Diksar ) BUKANLAH sebuah media perpeloncoan, pengujian batas ketahanan manusia atau penunjukan power seorang pelatih kepada siswa tapi lebih ke pola pendidikan yang memanusiakan manusia.
Tidak ada pemberian hukuman tanpa ada dasar kesalahan.
Tidak ada pemberian hukuman yang melampaui batas - batas kemanusiaan
pelatih itu berlatih, siswa di didik
yang mendidik siswa adalah alam itu sendiri sedangkan pelatih hanya memfasilitasi saja.
Di tiap - tiap pelaksanaan Pendidikan Dasar ( Diksar ) Organisasi Pencinta Alam banyak siswa yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan tertentu. Bagi mereka yang mengundurkan diri dari medan Pendidikan adalah yang tak mampu bertahan dari seleksi alam.
Sebenarnya menjadi di Pendidikan Dasar ( Diksar ) yang lebih berat beban mental dan beban moralnya adalah pelatih dan panitia karena selama Pendidikan Dasar ( Diksar ) siswa dalam tanggungjawab penuh dari
mereka, apapun yang terjadi adalah tanggungjawab mereka.
Menjadi siswa itu lebih menyenangkan, kalau tiba waktu makan disuruh makan, tiba waktu tidur disuruh tidur, tidur di bivac api unggunnya dijagain, tetapi pelatihnya sering telat makan, mereka kan gak tahu, pelatihnya tidur tau gak mereka juga gak tau.
tetapi ada suatu kebanggaan bagi para pelatih dari apa yang mereka korbankan, baik itu waktu, Tenaga, Uang dan lain sebagainya demi terciptanya generasi penerus organisasi yang akan melanjutkan roda organisasinya dimasa yang akan datang.
Dengan diksar inilah nantinya mendidik anggota mahasiswa pecinta alam yang memiliki karakter tangguh dan mempunyai mental baja, serta mempunyai loyalitas yang tinggi terhadap organisasi mahasiswa pecinta alam Komunitas Mesin Pecinta Alam Sejati (KOMPAS).

Tidak ada komentar: